Tuesday, July 26, 2011

sekeping warkah pilu (╥_╥)

kehadapan ayahanda dan juga bonda. terlebih dahulu anakanda menyusun sepuluh jari, memohon berjuta kemaafan dari hujung rambut hinggalah kehujung kaki, sekiranya kedatangan warkah yang tidak diundang ini menggugat ketenangan ayahbonda berdua. tidak terlintas langsung untuk menyakiti hati kalian.

ayahanda dan bonda,
kedatangan warkah ini hanyalah untuk mengisi ruang kekosongan anakanda di hari ini, di mana, pada waktu-waktu hujan ini, tidak ada apa yang dapat anakanda lakukan kecualilah melayan hati yang tengah sarat dengan seribu persoalan. persoalan yang telah lama terpendam di dalam hati anakanda.

ayahanda, bonda
anakanda sering tertanya-tanya, adakah kedatangan anakanda kedunia ini di sambut dengan perasaan yang gumbira ataupun di sebaliknye? anakanda rasa kedatangan anakanda hanyalah menambah lara di hati ayahbonda berdua.

ayahanda,
di saat anakanda di lahirkan ke dunia ini, sempatkah ayahanda melaungkan kata-kata suci di telinga anakanda? sempatkah ayahanda memangku anakanda dengan penuh perasaan kasih dan sayang. sempatkah ayahanda berbangga dengan zuriat yang telah dikurniakan olehNya?

bonda,
disaat bonda melahirkan anakanda, sempatkah bonda mencium dahi dan pipi anakanda yang putih gebu ini. sempatkah bonda memberi anakanda merasa barang setitik dua susu dari bonda? dan jika kesempatan itu bonda berikan, anakanda memohon dihalalkan susu itu, dunia dan akhirat.

ayahanda dan bonda,
pada saat kalian berdua melepaskan anakanda ke tangan yang lain, tidaklah tercalit walaupun sedikit perasaan belas kalian kepada anakanda? perasaan yang selalu digembar-gemburkan oleh ayahanda dan bonda yang lain kepada zuriat-zuriat mereka?

ayahanda dan bonda,
tidakkah kalian terfikir, pada saat kalian melepaskan anakanda pada yang lain, maka terputuslah hubungan kekeluargaan kita? walaupun pada zahirnya ikatan itu masih lagi kukuh.


ayahanda,
benarkah ayahanda tidak mampu menjaga anakanda sebagaimana selayaknya.tapi yang anakanda myuskilkan, pada masa itu, anakanda hanyalah cahayamata kalian yang kedua.
dan selepas itu, kalian memperolehilebih ramai lagi cahayamata.

ayahanda dan bonda,
tidakkah kalian terfikir, dengan keputusan kalian itu, maka berubahlah kehidupan anakanda di masa hadapan?

ayahanda dan bonda,
tahukah kalian, kehidupan anakanda di zaman persekolahan teramatlah perit. tatkala mengetahui diri ini hanya menumpang kasih pada yang sudi, tatkala mengetahui yang diri ini telah dilupakan oleh ayahanda dan bonda. pernahkah kalian terfikirkan tentang itu? di mana sekian kalinya..status anakanda akan dipersoalkan. walau ke mana anakanda pergi, status ini masih mengekori.

ayahbonda,
anakanda sering tertanya-tanya, apakah kesalahan anakanda pada masa itu. di mana, dengan sampai hatinya kalian membiarkan anakanda pergi. di manakah perasaan kalian pada waktu itu? di mana? di mana, status itu sering membuatkan anakanda rendah diri. malu dengan rakan-rakan yang mempunyai sebuah keluarga yang sempurna. malu dengan kepincangan diri.

ayahanda dan bonda,
bukan harta dan wang ringgit yang anakanda pinta, cuma secebis kasih sayang dari kalian berdua. walaupun pada saat ini, kalian seperti telah menyesali semuanya. namun, luka yang berbekas ini, kadang-kala masih lagi berdarah.

ayahanda dan bonda,
walaupun kasih sayang yang diberikan oleh keluarga baru ini melimpah ruah, namun, jauh di sudut hati anakanada, terdapat sedikit rasa kekurangan. ayahbonda tahukah itu? dan anakanda belum pernah pasti dengan penerimaan ahli-ahli keluarga yang lain dengan kedatangan anakanda dalam keluarga mereka. adakah ayah dan bonda tahu?

kalian berdua,
nasib anakanda memang bertuah kerana diberikan keluarga baru yang lebih bertanggungjawab. kalau tidak, masakan anakanda akan berdiri sepertimana anakanda sekarang. terima kasih untuk itu. dan anakanda bersyukur, dengan keputusan kalian berdua telah merubah seluruh kehidupan anakanda. dan kalau anakanda masih lagi di bawah jagaan kalian berdua, belum tentu lagi anakanda akan berjaya seperti ini. mungkin anakanda kan menerima nasib yang sama seperti mana anak-anak kalian yang lain.

ayahbonda,
walaupaun anakanda sungguh terkilan dengan keputusan ayahbonda, tetapi tidaklah anakanda berdendam dengan kalian. cuma, setiap saat dan ketika, anakanda sering terfikir, apakah wajaban bagi persoalan anakanda ini. apakah kesalahan anakanda?


sekian.



wahahahhahaha..siap sudah cerita sengal kite..dan kome pun turut sengal sebab membacanya.wahhahahah...(◕‿-)

No comments:

Post a Comment